1.1. Makna Penelitian
Ilmu pengetahuan merupakan produk dari penelitian baik ilmu pengetahuan alam maupun ilmu pengetahuan sosial. Ilmuwan-ilmuwan dalam menemukan sebuah ilmu bukan merupakan hasil dari kebetulan semata, tetapi timbul akibat kegiatan penelitian yang mereka lakukan. Misalnya Ibnu Sina atau yang dikenal oleh masyarakat barat dengan Aviciena adalah Bapak Kedokteran yang sampai sekarang tulisannya masih digunakan dalam teori kedokteran modern, Albert Einstein yang terkenal dengan Teori Relativitasnya dan ilmuan-ilmuan dunia lainnya selalu mengadakan penelitian untuk memecahkan suatu tabir yang ingin diketahuinya.
Penelitian (research) berasal dari kata re dan to search yang berarti mencari kembali, menggambarkan suatu proses berbentuk siklus bersusun yang bersinambung (helix) yang tanpa batas (Cahyono, 1996), artinya jika sebuah penelitian telah dilakukan dan hasil ditemukan maka akan berlanjut kepada penelitian lain untuk mengkaji hal-hal yang belum terungkap dalam penelitian sebelumnya. Makna lain penelitian adalah proses kritis untuk mengajukan pertanyaan dan berupaya untuk menjawab pertanyaan tentang fakta dunia (Dane, 1990). Penelitian merupakan proses yang kritis atau proses yang selektif dalam menyikapi sesuatu fenomena agar hasil yang diperoleh mendekati kebenaran.
Penelitian secara umum terbagi menjadi dua, yakni penelitian ilmiah dan penelitian non ilmiah. Penelitian ilmiah adalah penelitian yang mengandung unsur-unsur ilmiah atau keilmuan di dalam aktivitasnya. Ostle menyatakan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah (scientific methode) disebut penelitian ilmiah, mengandung dua unsur penting yakni; unsur pengamatan (observation) dan unsur nalar (reasoning) (Nazir, 1999). Penelitian ilmiah juga berarti penyelidikan yang sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis tentang fenomena-fenomena alami, dengan dipandu oleh teori-teori dan hipotesis-hipotesis tentang hubungan yang dikira terdapat diantara fenomena-fenomena itu (Kerlinger, 2000).
Ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, diantaranya: 1). Rasional: penyelidikan ilmiah adalah sesuatu yang masuk akal dan terjangkau oleh penalaran manusia. Polisi menyelidiki kasus pencurian dan menemukan pencuri adalah contoh yang masuk akal, tetapi paranormal menemukan dalam menemukan pencuri atau barang yang hilang adalah tindakan yang tidak masuk akal manusia. 2). Empiris: menggunakan cara-cara tertentu yang dapat diamati orang lain dengan menggunakan panca indera mereka. Paranormal berusaha menemukan pesawat yang jatuh di Sibolangit bukan merupakan cara empiris, karena tidak kita dapat mengamati bagaimana proses paranormal tersebut dalam menemukan pesawat tersebut. 3). Sistematis: menggunakan proses dengan langkah-langkah logis. Proses yang dilakukan dalam penelitian ilmiah berawal dari penemuan masalah, merujuk teori, mengemukakan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, dan membuat kesimpulan (Sugiyono, 1999).
Penelitian non ilmiah tidak memiliki kelengkapan unsur-unsur seperti pada penelitian ilmiah di atas. Penelitian yang tidak ilmiah umumnya tidak menggunakan penalaran atau logika akal, tetapi menggunakan prinsip kebetulan, coba-coba, spekulasi. Cara-cara seperti ini tidak dapat digunakan oleh para ilmuan atau mereka yang berkecimpung dalam dunia akademis.
Cabang penelitian ilmiah yang berbeda-beda dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni ilmu empiris dan ilmu nonempiris. Ilmu empiris berusaha untuk mengeksplorasi, mendeskripsikan, menjelaskan, dan memprediksi kejadian-kejadian d dunia tempat kita hidup. Oleh karena itu penyataan-pernyataan ilmu empiris harus dicocokkan dengan fakta pengalaman, dan pernyataan-pernyataan tersebut harus dapat diterima hanya sejauh didukung oleh evidensi (bukti) empiris. Ilmu empiris kemudian sering dibagi menjadi dua: pertama, ilmu alam dan (matematika, fisika, kimia, biologi, dan berbagai bidang yang terkait dengannya) kedua, ilmu sosial (mencakup sosiologi, antropologi, ekonomi, dan berbagai disiplin yang berhubungan dengannya) (Hempel, 2004).
1.2. Pengertian yang Salah tentang Penelitian
Secara umum, berdasar konsep-konsep yang “salah” tentang penelitian, maka perlu digarisbawahi empat pengertian seperti dikemukakan Djunaedi (2000) sebagai berikut:
a. Penelitian bukan hanya mengumpulkan informasi (data)
b. Penelitian bukan hanya memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain
c. Penelitian bukan hanya membongkar-bongkar mencari informasi
d. Penelitian bukan suatu kata besar untuk menarik perhatian.
Penelitian bukan hanya mengumpulkan informasi (data). Seorang mahasiswa bermaksud mengadakan penelitian tentang jumlah masyarakat yang menggunakan pesawat telepon seluler, namun sebenarnya ia bukan melakukan penelitian tetapi hanya sekedar mengumpulkan data/informasi saja, pengumpulan data hanya merupakan salah satu bagian dari penelitian.
Penelitian bukan hanya memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain. Seseorang berhasil mengumpulkan banyak artikel tentang manfaat bisnis untuk kesejahteraan keluarga dan menyusunnya dalam makalah untuk tugas perkuliahan. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa tersebut bukanlah penelitian, untuk menjadi sebuah penelitian maka mahasiswa harus mengikuti prosedur penelitian.
Penelitian bukan hanya membongkar-bongkar mencari informasi. Mahasiswa diberi tugas oleh dosen untuk mencari data tentang usaha kecil di Kota Medan, mahasiswa berpikir bahwa ia sedang diberi tugas melakukan penelitian, maka ia menelusuri data di Badan Pusat Statistik dan menemukan data yang dicari. Namun ia bukan melakukan penelitian karena aktivitas yang dilakukan hanyalah menelusuri data dan mengumpulkan data.
Penelitian bukan suatu kata besar untuk menarik perhatian. Kata penelitian selalu digunakan oleh media massa untuk menarik perhatian masyarakat, misalnya seorang camat memberikan instruksi kepada para stafnya untuk melakukan “penelitian” tentang jumlah masyarakat miskin di wilayah kerjanya. Tindakan tersebut bukan penelitian karena aktivitas yang dilakukan hanya ingin mengetahui jumlah warga yang miskin.
1.3. Tahapan dalam Penelitian
Beberapa penjelasan sebelumnya mengemukakan bahwa penelitian ilmiah adalah proses yang sistematis. Maknanya penelitian dilakukan dengan urutan dan prosedur tertentu yang bersifat tetap dan para peneliti mengikuti cara seperti itu dalam penelitiannya.
Banyak orang berpikir bahwa penelitian merupakan aktivitas yang sangat sulit. Namun pemahaman terhadap perbedaan tahapan-tahapan dalam penelitian maka penelitian bukan merupakan sesuatu yang sulit (Trochim, 2002). Tahapan-tahapan dalam penelitian ilmiah merupakan pedoman peneliti untuk melakukan penelitian dengan cara yang benar. Peneliti tidak dapat melakukan penelitian hanya dengan cara mengumpulkan data dan menganalisisnya, tetapi penelitian harus berawal dari penemuan permasalahan dan berlanjut kepada tahap-tahap selanjutnya.
Proses penelitian ilmiah secara umum harus memenuhi langkah-langkah antara lain: 1). Masalah/pertanyaan penelitian, 2). Telaah teoritis, 3). Pengujian fakta, dan 4). Kesimpulan (Indriantoro dan Supomo, 1999).. Tahap-tahap ini umumnya berlaku untuk pendekatan penelitian kuantitatif. Proses penelitian berikut ini memperjelas tahap-tahap penelitian kuantitatif yang merujuk kepada modifikasi proses penelitian Tuckman (Sugiyono, 2002). Proses penelitian kuantitatif merupakan proses yang linear, seperti terlihat pada Gambar 1-1 berikut ini:
xxxxxx
Gambar 1-1. Proses Penelitian Kuantitatif
Gambar 1-1 di atas memperlihatkan langkah-langkah yang dilakukan dalam sebuah penelitian kuantitatif, antara lain:
a. Masalah: penelitian berawal dari adanya masalah yang dapat digali dari sumber empiris dan teoritis, sebagai suatu aktivitas penelitian pendahuluan (prariset). Agar masalah ditemukan dengan baik memerlukan fakta-fakta empiris dan diiringi dengan penguasaan teori yang diperoleh dari mengkaji berbagai literatur relevan.
b. Rumusan masalah: Masalah yang ditemukan diformulasikan dalam sebuah rumusan masalah, dan umumnya rumusan masalah disusun dalam bentuk pertanyaan.
c. Pengajuan hipotesis: Masalah yang dirumuskan relevan dengan hipotesis yang diajukan. Hipotesis digali dari penelusuran referensi teoritis dan mengkaji hasil-hasil penelitian sebelumnya.
d. Metode/strategi pendekatan penelitian: Untuk menguji hipotesis maka peneliti memilih metode/strategi/pendekatan/desain penelitian yang sesuai.
e. Menyusun instrumen penelitian: Langkah setelah menentukan metode/strategi pendekatan penelitian, maka peneliti merancang instrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data, misalnya angkat, pedoman wawancara, atau pedoman observasi, dan melakukan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen agar instrumen memang tepat dan layak untuk mengukur variabel penelitian.
f. Mengumpulkan dan menganalisis data: Data penelitian dikumpulkan dengan Instrumen yang valid dan reliabel, dan kemudian dilakukan pengolahan dan analisis data penelitian dengan menggunakan alat-alat uji statistik yang relevan dengan tujuan penelitian.
g. Kesimpulan: Langkah terakhir adalah membuat kesimpulan dari data yang telah dianalisis. Melalui kesimpulan maka akan terjawab rumusan masalah dan hipotesis yang diajukan dapat dibuktikan kebenarannya.
Pendekatan kuantitatif seperti penjelasan di atas mementingkan adanya variabel-variabel sebagai obyek penelitian dan variabel-variabel tersebut harus didefenisikan dalam bentuk operasionalisasi variable masing-masing. Reliabilitas dan validitas merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam menggunakan pendekatan ini karena kedua elemen tersebut akan menentukan kualitas hasil penelitian dan kemampuan replikasi serta generalisasi penggunaan model penelitian sejenis. Selanjutnya, penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesis dan pengujiannya yang kemudian akan menentukan tahapan-tahapan berikutnya, seperti penentuan teknik analisa dan formula statistik yang akan digunakan. Juga, pendekatan ini lebih memberikan makna dalam hubungannya dengan penafsiran angka statistik bukan makna secara kebahasaan dan kulturalnya (Sarwono, 2003).
Khusus untuk penelitian kualitatif proses penelitian tidak linear seperti penelitian kuantitatif, tetapi lebih bersifat sirkuler/siklus (Sugiyono, 2004), seperti terlihat pada Gambar 1-2 di bawah ini.
xxx
Gambar 1- 2. Tahapan dalam Penelitian Kualitatif
Melengkapi proses penelitian kualitatif di atas, sebuah model yang dinamakan dengan model interaktif (Miles dan Huberman, 1992) dalam penelitian kualitatif dapat dilihat pada Gambar 3 di bawah ini.
xxxx
Gambar 1-3. Model Interaktif dalam Penelitian Kualitatif
Proses di atas memiliki empat langkah penting dalam penelitian kualitatif
a. Tahap pengumpulan data: proses memasuki lingkungan penelitian dan melakukan pengumpulan data penelitian.
b. Tahap reduksi: proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis dari lapangan.
c. Tahap penyajian data: penyajian informasi untuk memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan
d. Tahap penarikan kesimpulan/ verifikasi: Penarikan kesimpulan dari data yang telah dianalisis.
Pendekatan kualitatif menekankan pada makna, penalaran, definisi suatu situasi tertentu (dalam konteks tertentu), lebih banyak meneliti hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan kualitatif, lebih lanjut, mementingkan pada proses dibandingkan dengan hasil akhir; oleh karena itu urut-urutan kegiatan dapat berubah-ubah tergantung pada kondisi dan banyaknya gejala-gejala yang ditemukan. Tujuan utama penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif ialah mengembangkan pengertian, konsep-konsep, yang pada akhirnya menjadi teori, tahap ini dikenal sebagai grounded theory research (Sarwono, 2003).
Kajian di dalam buku ini tidak berfokus kepada penelitian kualitatit, tetapi lebih menekankan kepada penelitian kuantitatif yang banyak digunakan oleh mahasiswa yang mendalami kajian bisnis. Kajian pendekatan penelitian kualitatif dapat mengkaji buku-buku yang telah banyak terbit.
1.4. Jenis-Jenis Penelitian
Banyak jenis penelitian yang ada dalam kajian literatur metodologi penelitian. Dalam buku ini penelitian menitikberatkan kepada jenis penelitian berdasarkan tingkat eksplanasinya sebagai jenis penelitian yang banyak digunakan oleh para peneliti bidang bisnis. Penelitian eksplanasi adalah penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungannya antara satu variabel dengan variabel yang lain (Sugiyono, 1999).
Penelitian berdasarkan tingkat eksplanasinya terdiri dari 3 jenis, antara lain:
a. Penelitian deskriptif : untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel (lebih) tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain.
Contoh-contoh penelitian deskriptif:
- Tingkat produktivitas kerja karyawan PT. X.
- Kecenderungan masyarakat dalam mengkonsumsi makanan berbahan tepung.
- Analisis kinerja keuangan perusahaan.
b. Penelitian komparatif: penelitian yang bersifat membandingkan suatu objek atau sampel yang lebih dari satu atau dalam waktu yang berbeda.
Contoh-contoh penelitian komparatif:
- Perbedaan tingkat produksi produk PT. X selama 5 tahun terakhir .
- Perbandingan kepuasan kerja berdasarkan jenis kelamin.
- Komparasi kinerja penjualan minuman ringan PT. X dengan PT Z.
c. Penelitian asosiatif : Penelitian untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.
Penelitian asosiatif dibedakan menjadi 3 bagian:
c.1. Hubungan simetris: hubungan yang terjadi pada dua variabel atau lebih tetapi tidak saling mempengaruhi namun terjadi secara kebetulan saja atau sulit dilogikakan.
Contoh:
- Hubungan keberhasilan bisnis dengan penggunaan penglaris.
- Hubungan tinggi badan salesman dengan kesuksesan penjualan.
c.2. Hubungan kausal: Hubungan yang terjadi pada suatu variabel yang menjadi sebab dan variabel lain menjadi akibat.
Contoh:
- Pengaruh harga terhadap permintaan produk.
- Dampak politik terhadap kurs mata uang.
- Keinginan keluar kerja akibat kebijaksanaan gaji.
c.3. Hubungan resiprokal: Hubungan pada variabel-variabel yang dapat saling mempengaruhi satu sama lain.
Contoh:
- Hubungan prestasi kerja dengan kepuasan kerja karyawan.
- Hubungan kekayaan dengan tingkat kecerdasan.
Jenis-jenis penelitian lain secara lengkap dapat dibedakan dari beberapa referensi berikut ini:
Tabel 1-1. Perbedaan Jenis-Jenis Penelitian
PROF. SUGIYONO PROF. SUTRISNO HADI
Penelitian Menurut Tujuan Penelitian Menurut Tujuan
Penelitian Dasar (Basic Research) Penelitian Eksploratif
Penelitian Terapan (Applied Research) Penelitian Developmental
Penelitian Menurut Metode Penelitian Verifikatif
Penelitian Survey Penelitian Menurut Bidang
Penelitian Expost Facto Penelitian Pendidikan
Penelitian Eksprimen Penelitian Pertanian
Penelitian Naturalisme Penelitian Hukum
Penelitian Kebijakan (Policy Research) Penelitian Ekonomi
Penelitian Tindakan (Action Research) Penelitian Agama
Penelitian Evaluasi Penelitian Menurut Tempatnya
Penelitian Sejarah Penelitian Laboratorium
Penelitian Menurut Tingkat Eksplanasi Penelitian Perpustakaan
Penelitian Deskriptif Penelitian Kancah
Penelitian Komparatif Penelitian Menurut Tarafnya
Penelitian Asosiatif Penelitian Deskriptif
Penelitian Menurut Jenis dan Analisis Data Penelitian Inferensial
Penelitian Kualitatif Penelitian Menurut Pendekatannya
Penelitian Kuantitatif Penelitian Longitudinal
Penelitian Cross Sectional
MOH. NAZIR, Ph.D. Prof. Dr. SUHARSIMI ARIKUNTO
Sejarah/Historis Penelitian Menurut Tujuan
Penelitian Sejarah Komparatif Penelitian Eksploratif
Penelitian Yuridis atau Legal Penelitian Pengembangan
Penelitian Biografis Penelitian Verifikatif
Penelitian Bibliografis Penelitian Kebijakan
Metode Deskriptif Penelitian Menurut Pendekatan
Survey Penelitian Longitudinal
Deskriptif berkesinambungan Penelitian Cross Sectional
Studi Kasus Penelitian Berdasarkan Variabel
Analisis Pekerjaan dan Aktivitas Penelitian Deskriptif
Penelitian Tindakan (Action Research) Eksprimen
Penelitian Perpustakaan dan Dokumenter Penelitian Kuantitatif
Metode Eksprimental Penelitian Non-Eksprimen
Eksprimen Absolut Penelitian Eksprimen
Eksprimen Perbandingan Penelitian Kualitatif
Eksprimen Sungguhan Fenomenologis
Eksprimen Semu Interaksi Simbolik
Grounded Research Kebudayaan
Penelitian Expos Facto Antropologi
MUDRAJAD KUNCORO, Ph.D. Prof. Dr. S. NASUTION
Penelitian Menurut Tujuan Penelitian Menurut Tujuan
Penelitian Evaluasi Penelitian Eksploratoris
Penelitian dan Pengembangan Penelitian Deskriptif
Penelitian Tindakan (action research) Penelitian Eksprimental
Penelitian Menurut Metode
Penelitian Historis
Penelitian deskripitif
Penelitian Korelasional
Penelitian Kausal Komparatif & Eksprimental
Sumber: Arikunto (2002), Hadi (1984), Kerlinger (2000), Kuntjoro (2003), Nasution (2003), Nazir (1999), Sugiyono (1999).
1.5. Ruang Lingkup Penelitian Manajemen
Penelitian manajemen adalah penelitian yang umumnya dilakukan oleh akademisi yang mengkaji keilmuan manajemen seperti bisnis umum, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi, sistem informasi manajemen, dan manajemen operasional.
Penelitian manajemen tergolong kepada penelitian bisnis. Makna penelitian bisnis adalah proses pengumpulan dan analisis data yang sistematis dan obyektif untuk membantu pembuatan keputusan bisnis (Indriantoro dan Supomo, 1999).
Beberapa kelompok dalam penelitian manajemen dapat dilihat pada penggolongan dan contoh-contoh objek penelitian berikut ini (Indriantoro, dan Supomo, 1999; Sugiyono, 1999; Supranto, 1997; Rangkuti, 2001):
1.5.1. Bisnis Umum
Peramalan Bisnis
Trend Bisnis Dan Industri
Inflasi dan Penentuan Harga
Akuisisi
Ekspor dan Perdagangan Internasional
Studi Kelayakan Bisnis
Profil Pelaku Bisnis yang Sukses
Bisnis Pejabat
Nilai Budaya Bisnis Antar Suku
Peranan Lembaga Konsumen
Dan lain-lain
1.5.2. Manajemen Pemasaran
Potensi Pasar
Karakteristik Pasar
Penjualan
Strategi Pemasaran
Inovasi produk
Pengaduan konsumen
Perilaku Konsumen
Image Konsumen
Studi Kelayakan Pasar
Profil & Dinamika Konsumen
Analisis Lokasi
Studi Kelayakan Pasar
Pengujian Pasar
Segmentasi Pasar
Produk Baru
Saluran Distribusi
Promosi
Periklanan
Multilevel Marketing
Franchising (Waralaba)
Kepemimpinan Pasar
Pelayanan
Tingkat Penjualan
Persaingan Pasar
Respon akibat perubahan harga
Elastisitas harga
Biaya setiap lini produk
Angggaran promosi optimal
Pengujian iklan yang kreatif
Intensitas Grosir dan retail
Dan lain-lain
1.5.3. Manajemen Keuangan
Anggaran
Sumber-sumber Pembiayaan
Modal Kerja
Tingkat Bunga dan Resiko Kredit
Investasi
Biaya Modal
Portofolio
Penilaian Saham dan Obligasi
Analisis Biaya
Hasil Resiko
Rasio-Rasio Keuangan
Lembaga Keuangan
Implikasi Pajak
Merger dan Akuisisi, dan lain-lain
1.5.4. Manajemen Sumber Daya Manusia dan Perilaku Organisasi
Manajemen Mutu Terpadu
Motivasi dan Kepuasan Kerja
Gaya Kepemimpinan
Produktivitas Tenaga Kerja
Efektivitas Organizational
Budaya & Komunikasi Organisasi
Studi Gerak dan Waktu
Serikat Pekerja
Perilaku Karyawan
Loyalitas Kerja
Kinerja Supervisor
Sistem Penilaian Kerja
Pengambilan Keputusan
Penilaian Kinerja
Stress Kerja
Manajemen Konflik
Emotional Quetion
Spritual Quetion
Desain Organisasi
Perubahan & Pengembangan Org.
Rekruitment
Seleksi dan Penempatan
Sistem Kompensasi
Peng. Karir, Promosi, Mutasi
Kreativitas Manajemen
Model-Model Pola Kerja
Manajemen Partisipasi
Perbedaan Gender
Polusi dan Kesehatan Kerja
Pemberhentian
Dan lain-lain
1.5.5. Sistem Informasi Manajemen:
Sistem Informasi Eksekutif
Sistem Komunikasi Bisnis
Sistem Dukungan Keputusan
Aliansi fungsi Sistem Informasi
Personel Sistem Informasi
Pengembangan Sistem Informasi
Jaringan Efektif MIS
Penggunaan Konsultan dlm. Pembuatan Keputusan
Dan lain-lain
1.5.6. Manajemen Operasi dan Produksi:
Sistem Produksi
Penentuan Lokasi
Plant layout
Prosedur Dan Metode Kerja
Mesin Dan Peralatan Produksi
Material Handling
Pemeliharaan (Maintenance)
Sistem Pergudangan
Pengendalian Persediaan
Pengendalian Material
Pengendalian Tenaga Kerja
Pengendalian Mutu
Statistical Quality Control
Dan lain-lain
Objek-objek di atas dapat dijadikan sebagai permasalah penelitian untuk kemudian disusun menjadi judul penelitian. Untuk memperkaya contoh-contoh objek penelitian dapat dilihat pada situs-situs internet, seperti jurnal on-line, perpustakaan on-line, situs-situs universitas, dan situs-situs lainnya. Cara penelusuran ke berbagai situs internet dapat dilihat dalam tulisan “Pemanfaatan Internet dalam Proses Belajar dan Penulisan Karya Ilmiah Bidang Manajemen dan Bisnis (Juliandi, 2002) atau mengakses ke situs jurnal versi On-line dengan alamat http://manbisnis.tripod.com. Situs ini adalah situs “Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis” Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Referensi
Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta. Jakarta.
Cahyono, Bambang Tri 1996. Metodologi Riset Bisnis. Jakarta: Badan Penerbit IPWI.
Dane, F.C. 1990. Research Methods. Brooks/Cole Publishing Company. Belmont California.
Djunaedi, Achmad. 2000. “Pengantar: Apakah Penelitian Itu?”. http://intranet.ugm.ac.id/~adjunaedi/Support/Materi/METLITI/a01metlitpengantar.pdf
Hempel, Carl Gustav. 2004. Pengantar Filsafat Ilmu Alam. Penerjemah Cuk Ananta Wijaya. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Indriantoro, Nur dan Supomo, Bambang. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis: Untuk Akuntansi dan Manajemen. Yogayakarta: BPFEE.
Juliandi, Azuar. 2002. “Pemanfaatan Internet dalam Proses Belajar dan Penulisan Karya Ilmiah Bidang Manajemen dan Bisnis”. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol. 02 No. 02 Oktober.
Kerlinger, Fred N. 2000. AsasAsas Penelitian Behavioural. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Miles, M.B. dan Huberman, A.M. 1992. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang MetodeMetode Baru. UIPress. Jakarta.
Nazir, Mohammad. 1999. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Rangkuti, Fredy. 2001. Riset Pemasaran. Jakarta: Gramedia.
Sarwono, J. 2003. “Perbedaan Dasar antara Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif“. http://www.w3.org/TR/REChtml40. Dikunjungi 13 Juli 2003.
Sugiyono. 1999. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
---------2004. “Pemilihan Topik dan Variabel Penelitian, serta Teknik Perumusan Masalah”. Kumpulan Materi Penataran dan Lokakarya Training of Traininer Metodologi Penelitian PTN dan PTS di Jakarta, 2630 April 2004.
Supranto, J. 1997. Metode Riset: Aplikasinya dalam Pemasaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Trochim, William M. 2002. “Philosophy of Research”. http://trochim.humancornell.edu/derived/philosophy.htm. Dikunjungi 13 September 2003.
|